PALANGKARAYA – Kolaborasi strategis yang memadukan kelestarian lingkungan dan dunia pendidikan resmi disepakati di Palangkaraya pada Senin, 22 Juni 2026. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kahayan, PT Andalan Alam Perkasa, dan SMK Negeri 2 Mantangai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tripartite yang berfokus pada pendidikan dan pelatihan intensif bagi para siswa di bidang rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).
Kerja sama ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tenaga terampil lokal yang siap kerja sekaligus memiliki kesadaran tinggi terhadap kelestarian ekosistem Kalimantan Tengah.
Inti dari kesepahaman tiga pihak ini adalah memberikan ruang belajar kontekstual (contextual learning) bagi siswa SMK Negeri 2 Mantangai. Melalui dukungan teknis dari BPDAS Kahayan dan PT. Andalan Alam Perkasa, para siswa akan mendapatkan program pelatihan terstruktur.
Berikut adalah fokus utama program pendidikan dan pelatihan yang akan diterima oleh para siswa:
Manajemen Pembibitan Modern: Siswa akan dilatih langsung oleh ahli dari BPDAS Kahayan dan PT. Andalan Alam Perkasa mengenai teknik pembenihan, pemilihan bibit unggul tanaman hutan, dan pengelolaan persemaian (nursery).
Teknologi Praktik Rehabilitasi Lahan: Pelatihan mengenai teknik penanaman di berbagai karakteristik lahan kritis, termasuk pemanfaatan teknologi pemetaan wilayah DAS.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) Industri: BPDAS Kahayan dan PT. Andalan Alam Perkasa membuka pintu bagi para siswa untuk magang dan merasakan langsung atmosfer kerja dalam pengelolaan lingkungan hidup berbasis korporasi.
Kepala SMK Negeri 2 Mantangai menyatakan bahwa MoU ini merupakan lompatan besar bagi sekolah dalam mewujudkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan pemerintah (link and match).
"Kami sangat mengapresiasi BPDAS Kahayan dan PT. Andalan Alam Perkasa. Selama ini siswa banyak belajar teori, namun melalui kerja sama ini, mereka akan dididik dan dilatih langsung oleh para praktisi di lapangan. Ini adalah bekal berharga agar lulusan kami siap kerja dan kompeten,"
Dari sisi pemerintah, Kepala BPDAS Kahayan dan Pimpinan PT. Andalan Alam Perkasa menekankan pentingnya transfer pengetahuan (knowledge transfer) kepada generasi muda demi keberlanjutan lingkungan di masa depan.
"Mendidik siswa SMKN 2 Mantangai adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya memulihkan DAS Kahayan untuk hari ini, tetapi kita sedang melatih calon-calon tenaga ahli yang kelak akan menjaga dan mengelola alam Kalimantan Tengan secara ilmiah dan profesional," tuturnya.
BPDAS Kahayan dan PT. Andalan Alam Perkasa menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyedia fasilitas, tetapi juga menjadi mentor bagi para siswa selama masa Praktik Kerja Lapang (PKL). Program ini merupakan bagian dari pilar implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan yang berfokus pada pilar pendidikan masyarakat lingkar industri.
Pasca-penandatanganan MoU ini, tim teknis dari ketiga instansi akan segera menyusun modul pelatihan khusus. Rencananya, aksi pembibitan pertama yang dikelola langsung oleh siswa SMKN 2 Mantangai akan dimulai pada awal semester mendatang, dengan target produksi bibit yang nantinya akan digunakan untuk menghijaukan lahan-lahan kritis di wilayah Kalimantan Tengah.
Share to :