Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman (ATPH) dan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) SMK Negeri 2 Mantangai terus menunjukkan kreativitasnya dalam menjawab tantangan pertanian modern. Melalui praktik mata pelajaran produktif, para siswa mencoba membudidayakan Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) sebagai solusi pupuk organik cair yang murah dan ramah lingkungan.
Di kalangan penggiat pertanian organik, nama Jakaba sudah tidak asing lagi. Singkatan dari Jamur Keberuntungan Abadi, penemuan ini pertama kali dipopulerkan oleh Aba Junaidi Sahid dari Situbondo. Jamur ini bukan sekadar jamur liar, melainkan koloni mikroorganisme yang memiliki manfaat luar biasa sebagai pupuk organik cair (POC).
Jakaba memiliki bentuk yang unik, menyerupai koral atau bunga karang dengan warna cokelat tua di bagian bawah dan kemerahan atau putih di bagian pucuknya. Jamur ini biasanya tumbuh di media air lindi (cucian beras) yang telah mengalami proses fermentasi tertentu.
Disebut "Keberuntungan Abadi" karena jamur ini bisa dikembangbiakkan terus-menerus selama medianya tersedia, sehingga petani tidak perlu lagi membeli pupuk kimia sintetis.
Mengapa banyak petani berburu jamur ini? Berikut adalah beberapa alasannya:
Pemicu Pertumbuhan: Mengandung unsur hara makro dan mikro yang mempercepat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang).
Mengatasi Tanaman Kerdil: Sangat efektif untuk memulihkan tanaman yang pertumbuhannya terhambat atau "stunting".
Memperkuat Akar: Membantu sistem perakaran menjadi lebih kuat dan luas dalam mencari nutrisi.
Antifungi & Penyakit: Cairan hasil fermentasi Jakaba dapat membantu melindungi tanaman dari serangan jamur patogen seperti Fusarium.
Kegiatan praktik yang dilaksanakan di area Green House SMK Negeri 2 Mantangai ini dilatarbelakangi oleh tingginya harga pupuk kimia di pasaran. Para siswa diajarkan untuk memanfaatkan limbah domestik, yaitu air cucian beras (lindi) atau dedak, sebagai media utama pertumbuhan jamur.
"Kami ingin siswa tidak hanya jago menanam, tapi juga mampu menciptakan nutrisi tanaman secara mandiri. Jakaba adalah pilihan tepat karena bahan bakunya sangat mudah didapat di lingkungan Mantangai," ujar instruktur pendamping praktik.
Share to :